Kamis, 05 Juli 2012



WAQOF

ENGERTIAN WAQOF
Secara bahasa waqof artinya terhenti/tertahan. Menurut istilah ilmu tajwid, waqof maksudnya memutuskan suara pembacaan atas suatu kalimat untuk menarik napas, dengan berniat untuk mengulangi bacaannya atau memang berwaqof di tempat yang pantas.
Dalam setiap mushaf menampilkan tanda-tanda waqof yang berbeda. Oleh karena itu, dalam makalah ini hanya akan dibahas tanda-tanda waqof yang dipergunakan pada mushaf Qur’an Saudi saja. Tanda-tanda waqof pada mushaf ini terdapat pada halaman-halaman terakhir mushaf.
D.    TANDA-TANDA WAQOF
Ketika membaca Al Qur’an kita sering menjumpai tanda-tanda khusus yang dicetak lebih kecil di sela-sela ayat-ayat Al Quran.  Tahukan anda bahwa tanda-tanda tersebut adalah tanda waqof dan memiliki maksud tertentu?
Tanda-tanda tersebut merupakan rambu-rambu dalam membaca Al Quran, berikut pengertian dari beberapa tanda-tanda waqof yang terdapat dalam AlQuran.
1.      Mim (م) Tanda waqof Lazim, harus berhenti pada kata yang terdapat tanda  tersebut.
2.      Tha’ (ط) Tanda waqof Mutlaq, lebih utama berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut.
3.      Jim (ج) Tanda waqof Jaiz, boleh berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut.
4.      Qif (قيف) Tanda waqof Mustahab, diutamakan berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut.
5.      Qala (قال) Tanda waqof Qif Aula, diutamakan berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut.
6.      Shala (صلى) Tanda waqof Muetahab Waslah/lemah, diutamakan terus pada kata yang terdapat tanda tersebut.
7.      Zai (ز) Tanda waqof Mujawwaz, diutamakan terus pada kata yang terdapat tanda tersebut, tetapi boleh juga waqof.
8.      Shad (ص) Tanda waqof Murakhas, boleh berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut karena darurat yang disebabkan oleh panjangnya ayat atau kehabisan nafas , tetapi diutamakan waslah/terus.
9.      Qof (ق) Tanda waqof Qobih, diutamakan terus pada kata yang terdapat tanda tersebut.
10.  Lam Alif (لا) Tanda waqof Laa Washal, jangan waqof kecuali jika di bawahnya terdapat tanda awal ayat yang membolehkan waqof secara mutlaq, maka boleh berhenti tanpa di ulang lagi.
11.  Mu’anaqoh (http://surgaholicers.files.wordpress.com/2011/04/rijexxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx.jpg?w=627) Tanda waqof Mu’anaqoh, harus berhenti di salah satu dari kedua kelompok titik tiga tersebut, boleh pada yang pertama atau yang kedua.
12.  Saktah (ساكته) Adalah berhenti dan diam sejenak tanpa mengambil nafas baru pada kata yang terdapat tanda tersebut. Saktah Sakat adalah diam sejenak biar putus & pisah suranya dengan tanpa berganti nafas.
Di dalam Al-Qur’an Saktah hanya ada 4 tempat, yaitu:
١. Di dalam surah Al-Muthaffifin, ayat 14.
٢. Di dalam surah Al-Qiyamah, ayat 27.
٣. Di dalam surah Yaasiin, ayat 52.
٤. Di dalam surah Al-Kahfi, ayat 1.

E.     MACAM MACAM WAQOF

1.      Tamm (sempurna)

الوقف التام

Yaitu waqof yang dilakukan pada suatu kata dalam suatu bacaan al-qur’an sedangkan kata tersebut tidak ada hubungannya dengan kata yang selanjutnya.

 

Contohnya dalam surat Al-Baqoroh ayat 7

وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ . وَ مِنَ النَّاسِ

2.      Hasan (baik)

الوقف الحسن

Yaitu waqof yang dilakukan pada suatu kata dalam suatu bacaan al-qur’an tetapi kata tersebut ada hubungannya dengan kata yang selanjutnya.

Contohnya dalam surat Al-Fatihah ayat 7

أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ . غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ

3.      Kafin (cukup)

الوقف الكافي

Yaitu waqof yang dilakukan pada suatu kata dalam bacaan al-qur’an sedangkan kata tersebut tidak ada hubungannya dengan kata yang selanjutnya dari segi ucapan tetapi mempunyai hubungan dari segi arti.

Contohnya dalam surat An-Nisa’ ayat 23

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ . وَبَنَاتُكُمْ

4.      Sholih (sah)

الوقف الصالح

Yaitu waqof yang sah dilakukan pada suatu kata dalam suatu bacaan al-qur’an yang menerangkan kata setelahnya.

Contohnya dalam surat Al-Baqoroh ayat 61

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَ الْمَسْكَنَةُ . وَ بَاؤُوْ

5.      Qobih (buruk)

الوقف القبيح

Yaitu waqof yang dilakukan pada suatu kata dalam suatu bacaan al-qur’an sedangkan kata tersebut tidak terikat setelah lengkapnya perkataan dan kadang kadang berhubungan dengan kata yang selanjutnya.

Contohnya dalam surat Al-Fatihah ayat 4

مَالِكِ . يَوْمِ الدِّيْنِ

6.      Jaiz (boleh)

الوقف الجائز

Yaitu waqof yang dilakukan pada suatu kata dalam bacaan al-qur’an selain waqof waqof yang ada diatas.

Contohnya dalam surat Hud ayat 88

وَ مَا تَوْفِيْقِيْ إِلاَّ بِا للَّهِ . عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ

F.     ATURAN BACAAN KETIKA WAQOF
1.      Aturan waqof yang ke: 1
Apabila huruf terakhir berharakat sukun ( ْ ), maka cara melafazhkannya tetap tanpa ada perubahan, kecuali jika huruf terakhirnya adalah huruf Qalqalah, Hams, atau harus di baca Tafkhhiim, atau Tarqiiq, maka harus dibaca tampak.
2.      Aturan waqof yang ke: 2
Jika huruf terakhir merupakan huruf hidup, atau tidak berharakat sukun, maka membacanya dengan menyukunkan huruf tersebut, kecuali jika huruf terakhirnya adalah huruf Qalqalah, Hams, atau harus di baca Tafkhhiim, atau Tarqiiq, maka harus dibaca tampak.
3.      Aturan waqof yang ke: 3
Apabila katanya berakhiran ta marbutan ( ة ), maka ketika disukunkan berubah lafazhnya menjadi Hha ().
4.      Aturan waqof yang ke: 4
Jika katanya berakhiran dengan huruf hidup dan huruf sebelumnya berharkat sukun maka huruf terakhirnya ( huruf hidup tersebut ) disukunkan dengan melafazhkan sebagian hurufnya saja.
5.      Aturan waqof yang ke: 5
Jika katanya berakhiran dengan huruf hidup dan huruf sebelumnya adalah huruf mad atau liin maka huruf terakhirnnya disukunkan dengan memanjangkan lafazh huruf maad nya
6.      Aturan waqof yang ke: 6
Apabila huruf terakhir berharkat tanwin fathah, maka tanwin berubah menjadi fathah dan dibaca dua harkat.
7.      Aturan waqof yang ke: 7
Jika huruf terakhir bertasydid, maka huruf tersebut disukunkan dengan tidak menghilangkan lafazh tastdidnya ( ّ ).


8.      Aturan waqof yang ke: 8
Apabila huruf terakhir berupa alif ta’nis maqshuran atau fi’il madlhi bina’ naqish yang diakhiri huruf ya’ maka di baca fathah ( َ ) dengan panjang dua harkat.

BAB III
PENUTUP
Tajwid menurut bahasa berasal dari kata جوّد-يجوّد-تجويدا yang berarti bagus atau membaguskan. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya.
 Secara bahasa waqof artinya terhenti/tertahan. Menurut istilah ilmu tajwid, waqof maksudnya memutuskan suara pembacaan atas suatu kalimat untuk menarik napas, dengan berniat untuk mengulangi bacaannya atau memang berwaqof di tempat yang pantas.

Tanda-tanda Waqof :


م
Harus berhenti

لا
Dilarang berhenti

صلى 
Disambung lebih baik

قلى
Berhenti lebih baik

ج
Boleh berhenti

؞؞
Boleh berhenti pada salah satunya namun dilarang berhenti pada kedua-duanya

°
Tidak boleh dibaca panjang baik ketika disambung atau berhenti

o
Dibaca panjang ketika berhenti dan dibaca pendek ketika disambung

سكتة
Berhenti sesaat tanpa bernafas dengan niat melanjutkan bacaan

تسهيل
Mengeluarkan bunyi antara ا dan هـ

امالة
Mengeluarkan suara antara bunyi fathah dan bunyi kasroh atau antara bunyi ا dan ى sehingga berbunyi [e]

نقل
Memindahkan harakat dari huruf yang hidup kepada huruf yang mati

اشمام
Membaca kata : la ta’manna pada surat Yusuf dengan cara didengungkan sambil menutup bibir.

ن
Tanda nun kecil adalah nun penghubung

ع
Tanda satu ‘Ain

DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar